Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 7 – 9 Juli 1977 di Bandung telah berlangsung MUSDA angkatan’45 Jawa Barat dengan salah satu keputusannya membentuk yayasan pendidikan angakatan’45 dengan SK notaris suryana s.h. tanggal tanggal 16 agustus 1977/ untuk menaungi administrasi dan supervisi pendidikan Tasikmalaya untuk dikembangkan menjadi Universitas Siliwangi.

Melalui badan penggerak pembinaan jiwa dan potensi angkatan ’45/ tanggal 12 Januari 1978 angkatan ’45 cabang Tasikmalaya mengajukan permohonan pendirian Universitas Siliwangi kepada PANGDAM VI Siliwangi melalui surat Nomor 05/SEKR/D-45/1978 yang ditandatangani oleh dewan harian cabang angkatan ’45, Komir Kartaman (dewan penasihat), S. Karnasasmita (Ketua), dan Z. Aboedin Alamsyah (sekretaris)

Permohonan pendirian Universitas Siliwangi ini merangkum filosfi histori sebagai monumen hidup angkatan’45 yang seirama dengan sejarah berdirinya KODAM VI Siliwangi di Tasikmlaya 20 Mei 1946 juga sebagai tuntutan kebutuhan daerah priangan timur. Melalui SK No. 76/V/1978 dengan diperkuat surat perjanjian SK No. 20/4/V/1978 permohonan ini dikabulkan PANGDAM VI Siliwangi Mayjen Himawan Soetanto.

Tanggal 20 Mei 1978 PANGDAM VI Siliwangi Mayjen Himawan Soetanto melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus administrasi dan supervisi pendidikan yang kelak menjadi kampus Universitas Siliwangi.

Melalui SK KEP.008/BPC/8/1979 yang ditandatangi oleh ketua pengurus harian BPC Siliwangi (Letjen. Purn. Mashudi) tanggal 22 Agustus 1978 dibentuk panitia pelaksana pembangunan Kampus Universitas Siliwangi dan melalui akta notaris Komar Andasasmita tanggal 1 Oktober 1979 BPC Siliwangi membentuk Yayasan Universitas Siliwangi.

Berdasarkan SK Mendikbud RI No. 047/0/1980 administrasi dan supervisi pendidikan menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP Siliwangi) dengan membina jurusan Administrasi Dan Supervisi Pendidikan (Jenjang Sarjana), Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (Jenjang Sarjana Muda), dan Jurusan Ilmu Pendidikan Dan Pengembangan Sosial (Jenjang Sarjana Muda) dengan mendapuk Drs. Oman Roesman menjadi Ketua Pimpinan Stkip Siliwangi.

Pada Tahun 2014, melalui Keputusan Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2014, Universitas Siliwangi yang semula Perguruan Tinggi Swasta, berubah status menjadi Perguruan Tinggi Negeri yang ditandatangai langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Dibalik sederet risalah panjang Universitas Siliwangi ini terdapat banyak orang – orang berjasa yang telah mewakafkan segenap jiwa raganya dan jasa – jasa mereka akan senantiasa dikenang sampai akhir hayat.

Universitas Siliwangi akan senantiasa menjadi akar yang kokoh bagi tumbuhnya daun – daun muda menjadi jalan setapak yang mengantarkan ribuan langkah ke medan lebih lapang juga kandil dalam kegelapan.